Manajemen Kinerja
Laporan Kinerja
Perbedaan mendasar antara pemerintah dan perusahaan adalah tujuan yang hendak dicapainya. Secara umum, tujuan setiap perusahaan adalah mencari profit. Dan karena tujuan perusahaan adalah mencari profit, maka indikator keberhasilannya tentu saja besaran profit yang dihasilkan. Kita bisa mendapatkan informasi tersebut dalam Laporan Laba Rugi atau Income Statement.
Pemerintah jelas tidak boleh mencari profit dan indikator keberhasilannya memiliki spektrum yang sangat luas. Pemerintah disebut berkinerja baik ketika berhasil mewujudkan misi-misinya. Pernyataan itu sedemikian luas sehingga beberapa pakar kemudian mengoperasionalisasikan pada tingkatan yang lebih teknis dengan mengatakan bahwa kinerja pemerintah baik jika mereka berhasil mencapai indikator-indikator tertentu dimana indikator tersebut merupakan derivasi dari misi yang ada.
Lalu dimanakah indikator tersebut dapat kita lihat? Dalam teori anggaran kinerja, indikator tersebut menjadi satu kesatuan dengan dokumen anggaran. Kita tahu, dalam pendekatan kinerja terdapat informasi tentang besaran anggaran (rupiah), target output dan outcome yang harus dicapai.
Dengan demikian, dalam formulasi lain, kinerja pemerintah dapat dilihat pada sejauh mana mereka ekonomis dalam penggunaan input, efisien dalam memproduksi output dan efektif dalam mencapai outcome.
Informasi Kinerja
Pertanyaan berikutnya adalah "Dimana kita bisa mendapatkan informasi kinerja tersebut?". Jika kita mengandalkan informasi dalam laporan keuangan, maka kita akan missleading. Informasi-informasi dalam neraca dan laporan realisasi anggaran sejatinya didesain untuk meretas informasi tentang efisiensi belaka (untuk tidak mengatakan informasi tentang profit). Oleh karena itu, diperlukan sebuah laporan tambahan selain laporan-laporan yang secara generik dihasilkan oleh sistem akuntansi. Kita membutuhkan laporan kinerja.
Secara sederhana, kita dapat mengatakan laporan kinerja sebagai laporan yang menginformasikan pencapaian pemerintah atas indikator-indikator kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Harapannya, dengan keberadaan laporan kinerja tersebut kita dapat mengambil kesimpulan tentang kinerja pemerintah secara lebih tepat. Dan, dalam jangka panjang, publikasi dan transparansi laporan kinerja akan mendorong pemerintah dan birokrasinya untuk fokus pada kinerja, tidak sekedar “menghabiskan anggaran”.
Nah, sudahkah Indonesia mempunyai laporan kinerja?



