Wednesday Feb 22

Tantangan Keuangan DaerahTerkait Manajemen Aset

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Tantangan atas manajemen aset menjadi tantangan yang sangat krusial, mengingat manajemen aset menjadi PR besar hampir di setiap pemerintah daerah. Banyak sekali opini audit BPK kurang maksimal  karena permasalahan di manajemen aset.

 

Inventarisasi

Inventarisasi adalah langkah awal yang mutlak dilakukan untuk memulai perbaikan terkait manajemen aset. Inventarisasi merupakan pendataan keberadaan aset-aset Pemda, baik yang dibeli melalui APBD maupun yang diperoleh dari sumber lain.

Permasalahan tipikal terkait inventarisasi ini dapat kita lihat dalam beberapa kasus:

  • Aset-aset yang sudah dibeli dari jaman dahulu kala. Permasalahan biasanya terkait keabsahan surat. Di beberapa daerah terjadi konflik dengan sultan, raja atau hukum adat lokal.
  • Aset-aset yang moveable. Pada jenis ini biasanya kurang kontrol. Akibatnya banyak laptop yang nongkrongnya di rumah dan tidak terinventarisasi.
  • Aset-aset hibah. Biasanya yang bersumber dari pemerintahan yang lebih atas, karena praktek dekonsentrasi atau sejenisnya. Terjadi juga bagi daerah pemekaran terkait aset yang dihibahkan daerah induk kepada daerah yang baru dimekarkan.

 

Penilaian

Setelah inventarisasi terbentu, tantangan berikutnya terkait penilaian aset. Berapa sebenarnya nilai aset yang bersangkutan. Kita tidak mungkin menyajikan aset dalam kuantitas unitnya, tetapi harus dalam nilainya.

Penilaian ini menjadi sulit karena beberapa faktor:

  • Banyak aset-aset yang pembeliannya dilakukan jauh sebelumnya sehingga menyulitkan penilaian yang sesuai kondisi sekarang.
  • Penilaian juga terkendala jumlah aset yang sangat banyak
  • dan juga faktor biaya karena penilaian bisanya menelan pembiayan yang tinggi.